Hari Santri di Alwathaniyah

 

img20191022100239708465250713965087.jpg

Tanggal 22 Oktober merupakan hari bersejarah bagi kalangan Santri. Pada tanggal tersebut, tercetus Resolusi Jihad yang digawangi oleh para Ulama atas desakan para tokoh dalam rangka mempertahankan kemerdekaan. Bahwa Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman, menjadi modal bagi para santri untuk turut berjuang melawan para sekutu. Mereka rela berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan NKRI.

Saat ini, kita memang telah merdeka. Namun, semangat para santri dalam rangka melanjutkan perjuangan para pahlawan harus selalu dipupuk. Rasa cinta tanah air harus selalu tertanam di sanubari. Dahulu, kata “Santri” mungkin hanya ada di kalangan Pondok Pesantren, namun saat ini kata santri disematkan pada mereka yang menimba ilmu agama di madrasah, bahkan sekolah nasional yang berbasis agama. Alwathaniyah, sebagai madrasah turut memberikan edukasi kepada para “santrinya” untuk selalu mencintai tanah air. Salah satunya adalah dengan Peringatan Hari Santri. Baca lebih lanjut

Kukejar Kereta Untukmu Para Anak Didikku

img-20191030-wa00284601202782469228837.jpg

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit cerita. Cerita tentang pengalaman kami para guru MII Alwathaniyah saat mengikuti sebuah seminar educator gathering 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 5 oktober 2019, bertempat di hotel Grand Daffam Surabaya.

Ilmu adalah modal bagi kita untuk menjalani kehidupan. Tanpa ilmu kita akan hidup tanpa arah dan tujuan. Di dalam Al Qur’an, Allah berfirman “Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadilah : 11).  Jika kita ingin menyandang kehormatan luhur, kemuliaan yang tak lekang oleh pergantian masa dan tahun, kewibawaan tanpa kekuasaan, kekayaan tanpa harta, kedigdayaan tanpa senjata maka kita mesti berilmu. Baca lebih lanjut

Cerpen : Melepasmu ke Pesantren

Bismilah

Tulisan pertama saya di blog ini, dari pada bingung harus nulis apa, aku putuskan menulis pengalaman pertamaku saat anak berangkat mondok. Mudah –mudahan bisa menjadi referensi bagi orang tua yang sedang galau,,

Tiap malam setelah semua menyelesaikan tugas masing – masing kebiasaan kami adalah ngobrol santai, ngobrol ngalor ngidul, curhat, sepele dan remeh tidak penting, tapi selalu kami rindukan. Kalau kata orang family time lah,, si sulung Azka disela cerita – ceritanya mengungkapkan keinginannya selepas MI.

“ Bun, aku nanti mondok ya,, setelah MI “ ujarnya.

“ O yah,,,? Bener ? Serius ?” aku agak terkejut.

“ Iya, serius “ jawabnya sambil tiduran santai.

“ Yaaa,,, nanti kita bicarakan lagi, masih tahun depan kan” jawabku.

Baca lebih lanjut

Alwathaniyah Goes to Province

Congratulations… Good Luck for the next level. Sekolahnya Para Juara!!!

img-20190918-wa00124516743988822164900.jpg

Vian Saat menerima Trophy Juara 1 untuk Cabang Baca Puisi Putra

Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Tingkat Kabupaten Jombang telah usai dilaksanakan. Perhelatan yang diselenggarakan selama 2 hari (4 – 5 September 2019) tersebut mempertandingkan beberapa kategori cabang Seni dan Olahraga. Untuk cabang seni yang dilombakan antara lain; Tahfidz, Pidato B. Indonesia, Pidato B. Inggris, Pidato B. Arab, Lukis, Kaligrafi, MTQ, dan Baca Puisi. Sementara untuk cabang olahraga mempertandingkan Cabang Atletik Lari (80m Putra dan 60m Putri), Bulu Tangkis, Catur, dan Tenis Meja.

MI Islamiyah Alwathaniyah sebagai salah satu lembaga dari kontingen kecamatan Bareng mengirimkan beberapa peserta yang telah lolos seleksi tingkat kecamatan, antara lain : Baca lebih lanjut