Lindungi Anak Dari Dampak TV

Hari Jumat 23 Juli 2010 adalah Hari Anak Nasional. Hari di mana anak-anak Indonesia bergembira merayakan terpenuhinya hak-hak mereka untuk tumbuh kembang dengan sehat dan bebas dari pengaruh buruk lingkungan.

Namun, betulkan anak-anak kita terbebas dari pengaruh lingkungan seperti media massa dan terutama tayangan televisi? Penelitian kami menunjukkan bahwa rata-rata anak Indonesia menonton TV selama 3-5 jam sehari atau 30-35 jam seminggu. Tayangan yang mereka tonton, di antaranya adalah tayangan anak yang tidak aman, sinetron, infotainmen, reality show, dan sebagainya, yang jelas dapat mengganggu dan bahkan merusak masa kanak-kanak mereka karena masuknya dunia orang dewasa dalam pikiran anak kita.

Semestinya, anak-anak lebih banyak bermain terutama yang melibatkan aktivitas fisik dan mengisi waktu senggangnya dengan kegiatan yang sesuai dengan dunianya.

Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV mengajak kepada seluruh keluarga untuk mengurangi kertergantungan anak pada media – khususnya televisi – dan menggantinya dengan kegiatan lain yang menyenangkan, yang melibatkan anggota keluarga yang lain dan juga dengan teman-teman mereka. Jangan nyalakan pesawat TV di rumah pada hari Minggu tanggal 25 Juli 2010 karena hari itu adalah HARI TANPA TV.

Hari Tanpa TV sama sekali bukan anti TV. Konteksnya adalah perlindungan pada anak dari dampak negatif TV. Kegiatan ini berusaha mengingatkan orangtua mengenai pentingnya mengatur kebiasaan anak menonton TV, dan juga merupakan ungkapan keprihatinan terhadap isi tayangan TV yang tidak berkualitas dan tidak aman untuk anak. Apabila para keluarga dapat bersatu menolak tayangan seperti itu, maka industri penyiaran pasti akan lebih memperhatikan hak kita sebagai konsumen tayangan TV.

HARI TANPA TV diselenggarakan oleh sebuah Koalisi Nasional. Tahun ini adalah peringatan yang kelima kalinya. Koalisi ini beranggotakan berbagai LSM di bidang pendidikan dan perlindungan anak; perguruan tinggi; organisasi mahasiswa; sekolah mulai dari TPA hingga SMA, di berbagai kota di Indonesia.

Dukungan anggota masyarakat sangat diperlukan dan akan disampaikan ke industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Depkominfo, Komisi I DPR-RI, agar mendapatkan perhatian. Mohon kirim dukungan anda ke kritismedia@gmail.com; SMS 0812-1002.4009; dan fax: 021-8690.5680. Info lebih jauh dapat dilihat di situs http://www.kidia.org atau facebook dan twitter (Hari tanpa TV; No TV Day).

B. Guntarto

A/n. Koalisi Nasional Hari Tanpa TV 2010

Nb: tempel gambar terlampir di layar TV anda, malam sebelum Hari Tanpa TV.

Sumber : http://kidia.org/

Iklan

3 thoughts on “Lindungi Anak Dari Dampak TV

  1. ilham Juli 20, 2010 pukul 3:19 am Reply

    saya dukung acara hari tanpa TV ini..Semoga hari tanpa Tv dapat mengurangi dampak acara Tv yg tidak layak untuk d tonton anak-anak.

    • alwathaniyah Juli 20, 2010 pukul 5:20 am Reply

      terlalu banyak dampak negatif dari tayangan yang tidak layak tuk anak-anak.. mereka hanya ambil untung saja, tidak mau tahu akibat dari tayangan tersebut.. Sipp.. kita dukung juga pak/mas… makasih kunjungannya

  2. sawali tuhusetya Juli 23, 2010 pukul 11:40 am Reply

    saya termasuk ortu yang risau menyaksikan tayangan TV belakangan ini, pak fendik. acara yang ditayangkan semata-mata hanya menuruti selera kaum hedonis yang kemaruk untung. sedangkan anak2 yang menjadi penonton dg jumlah paling banyak tak pernah diperhatikan. saya sangat mendukung ide2 kreatif seperti ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: