Bicara dengan Hati…Allah Tetap Mengetahui

Pada suatu hari Rasulullah mendapat berita yang mengagetkan tentang salah seorang sahabatnya. “Ia sedang mengalami sakaratul maut. Sudah kami talkin agar menyebut nama Allah, tetapi lidahnya bagai terkunci,” demikian tutur si pembawa kabar.

Rasulullah bergegas menuju ke rumah sahabatnya itu. Sebab, ia seorang mukmin yang beriman, pejuang yang ikhlas, dan dermawan yang tekun beribadah. Ia harus diselamatkan.

“Sahabatku, katakanlah La Ilaha Illallah,” ujar Nabi. Tetapi, orang itu hanya membisu saja.

Katakanlah Illallah,” desak Nabi, masih juga orang itu memandang kosong.

“Katakanlah Allah,” Nabi berbisik kembali. Orang itu tetap bengong. Lalu, diapun menghembuskan napas penghabisan.

Para sahabat menjerit kecil. Mereka sangat sedih menyaksikan rekan setia itu mengakhiri hidup di dunianya tanpa mampu melafalkan kalimat tauhid. Namun, anehnya Nabi malah tersenyum ceria dan wajahnya bersinar cerah. Tentu saja para sahabat keheranan. Di antara mereka, ada yang tidak tahan untuk segera melontarkan pertanyaan.

“Wahai kekasih Allah, kami semua cemas memikirkan nasib malang yang menimpa rekan kami itu di akhirat kelak, tapi mengapa engkau justru kelihatan gembira?”

Nabi, masih bersinar-sinar menjawab, “Tidakkah kalian lihat menjelang ajalnya, ia menatap ke atas sekilas? Ia menghadap Allah dengan isyarat mata. Ia tidak mampu bertobat dengan lidahnya. Tetapi, ia memohon ampun dengan hatinya. Aku senang sekali, karena Allah berfirman kepadaku bahwa kedatangannya diterima dalam ridha-Nya.”

Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Poliyama Widya Pustaka

Al-Islam – Pusat Informasi dan komunikasi Islam Indonesia



6 thoughts on “Bicara dengan Hati…Allah Tetap Mengetahui

  1. sawali tuhusetya September 26, 2010 pukul 8:28 am Reply

    kisah yang sarat dengan hikmah, pak fendik. ternyata Allah pun maha mengetahui apa yang ada di dalam hati dan perasaan kita. subhanallah.

    • alwathaniyah September 27, 2010 pukul 5:29 am Reply

      Subhanallah.. semoga Allah selalu dalam hati kita..

  2. Teras Info September 26, 2010 pukul 9:01 am Reply

    subhanallah….artiekl yang sangat mencerahkan sekali….
    mudah-mudahan kita semua selaku umat muslim, kelak jika ajal menjemput kita, bisa khusnul khotimah ya….amin….terimakasih banyak…..

  3. alwathaniyah September 27, 2010 pukul 5:30 am Reply

    Amin.. semoga kita bisa khusnul khotimah mengikuti jejak rasul dan para sahabat..

  4. akhmad fauzi September 28, 2010 pukul 11:48 am Reply

    Hati adalah sumber dari segala sumber..nich post kawan

    • alwathaniyah September 28, 2010 pukul 10:02 pm Reply

      Subhanallah… thanks for your visit bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: