Hijrah atau Tetap Jahiliyah?

Sudah 1433 tahun sejak Rasul Saw. Hijrah dari Mekah Al-Mukarramah ke Al-Madinah Al-Munawwarah. Kendati peristiwa besar itu terjadi sudah lebih dari 14 abad silam, namun masih terang dalam ingatan kita dan mustahil dapat dilupakan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Sebab itu, tak heran jika kaum Muslimin di seantero dunia, khususnya di negeri yang berpenduduk Muslim mayoritas ini, mengadakan berbagai kegiatan keislaman dalam upaya menghidupkan spirit Hijrah Rasul Saw. tersebut dalam diri kita. Kita tuliskan dalam lembaran kehidupan kita, agar Hijrah itu dapat kita jadikan sebagai salah satu syarat bagi kemerdekaan kita dari sistem jahiliyah yang melilit leher kita dan keberhasilan kita dalam kehidupan akhirat.

Hijrah adalah sunnatullah (system Allah) dalam kehidupan para Nabi dan Rasul, seperti nabi Ibrahim, Yunus, Yusuf, Musa dan terakhir Nabi Muhammad Saw. Oleh sebab itu, mereka melakukannya. Tanpa hijrah, mustahil mereka bisa menegakkan agama Allah. Tanpa hijrah, tidak mungkin para pengikut setia mereka dapat keluar dan bebas merdeka dari sistem jahiliyah dan penindasan yang dilakukan para penguasa zalim terhadap mereka, apalagi untuk menjalankan agama Allah dengan sempurna.

Sebab itu, Allah jadikan Hijrah itu salah satu pilar utama penegakan Islam setelah Iman dan sebelum Jihad. Di samping itu, Hijrah juga syarat memperoleh perlindungan bagi seorang Mukmin dari saudara-saudaranya yang lain. Allah berfirman dalam surat Al-Anfal, ayat 72 yang artinya :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain saling lindung-melindungi (saling menolong).

Islam mengajarkan kepada kita prinsip Hijrah yang pada dasarnya bertujuan untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Apakah Hijrah yang terkait dengan keharusan meninggalkan kampung halaman ke kawasan bumi lain demi menyelamatkan keimanan dan ajaran Islam sebagaimana yang dilakukan Rasul Saw. dan para Sahabat beliau ketika mereka Hijrah ke Etiopia (Afrika), ke Thaif atau ke Al-Madinah Al-Munawwarah yang sebelumnya bernama Yatsrib, ataupun Hijrah yang terkait dengan situasi, kondisi dan keadaan, seperti Hijrah dari jahiliyah kepada Islam, dari syirik dan khurafat kepada iman dan tauhid, dari kebodohan kepada ilmu, dari kemiskinan kepada kecukupan, dari kerakusan dan ketamakan kepada qana’ah (merasa puas), dari kemungkaran kepada ma’ruf, dari maksiat kepada ketaatan, dari kemalasan kepada kesungguhan, dari kesombongan kepada tawadhu’ (kerendahan hati), dari egois kepada empati, dari pelit kepada pemurah dan dermawan, dari cinta dunia kepada cinta akhirat dan seterusnya.

Dalam kondisi negeri yang tidak menentu seperti sekarang ini, dalam kondisi umat kita yang terpuruk dalam berbagai lapangan kehidupan seperti saat ini, khususnya keterpurukan keimanan, akhlak, pendidikan dan ilmu pengetahuan serta ekonomi, dalam situasi jahiliyah yang mendominasi sistem dan gaya kehidupan (life style) umat dan negeri kita seperti sekarang ini, dalam kondisi di mana kemungkaran dan maksiat merajalela di negeri ini sebagai akibat sistem jahiliyah yang diterapkan, dan dalam kondisi penjajahan modern dan dominasi asing dalam berbagai lapangan kehidupan Negara dan umat kita saat ini, maka HIJRAH mutlak diperlukan.

Sebab itu, Hijrah mesti kita lakukan sekarang juga dan tidak boleh ditunda barang sedikitpun. Kalau tidak, kita tidak akan beranjak dari situasi dan kondisi yang ada sekarang. Kalau kita tidak Hijrah sekarang, maka generasi setelah kita nanti tidak akan keluar dari situasi dan kondisi buruk yang kita hadapi saat ini dan mungkin lebih buruk lagi.

Hijrah adalah solusi dari berbagai kondisi pahit yang sedang kita hadapi hari ini. Hijrah adalah jalan kemerdekaan dari belenggu dan penjajahan sistem jahiliyah yang dipaksakan kepada negeri dan umat kita. Apalagi seperti sekarang ini sangat memprihatinkan dan menyakitkan bahwa sistem jahiliyah yang dibenci Allah dan Rasul-Nya itu, bukan hanya dipaksakan untuk diterapkan di negeri dan umat kita oleh kaum penjajah kafir, akan tetapi oleh saudara-saudara kita sendiri yang mengaku Muslim dan bahkan oleh sebagian mereka yang mengklaim pejuang dan aktivis dakwah itu sendiri. Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun….

Keluarga Besar MI Islamiyah Alwathaniyah

mengucapkan

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM

1434 Hijriah

Semoga Allah selalu menjaga niat dan orientasi kita dalam melaksanakan Hijrah dan semua amal ibadah kita. Dan semoga Allah berkenan membimbing kita ke jalan-Nya yang lurus, yaitu jalan para nabi, shiddiqin, syuhadak dan sholihin. Allahumma amin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: