Hari Gerakan Pramuka 59


Sejarah Kepanduan Dunia

(sumber: pramukasultra.or.id)

Gerakan pramuka juga dikenal dengan istilah Gerakan Kepanduan. Gerakan Kepanduan adalah suatu gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan Kepanduan terdiri atas berbagai organisasi kepemudaan. Gerakan Kepanduan bertujuan untuk melatih fisik, mental, dan spiritual para pesertanya serta mendorong mereka melakukan kegiatan positif di daialm masyarakat. Tujuan tersebut dicapai melalui progam latihan dan pendidikan kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktik di lapangan.

Gerakan Kepanduan pertama kali dilakukan pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell (seorang Letnan Jenderal angkatan bersenjata Inggris Jaya) dan William Alexander Smith (pendiri Boy’s Brigade) menyelenggarakan perkemahan kepanduan pertama yang dikenal sebagai jamboree di Kepulauan Brownsea, Inggris (dalam Surjadi, 2012: 2).

Ide gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking di Afrika Selatan dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah banyak dibandingkan tentara Boer. Sehingga untuk mengakalinya, sekolmpok pemuda dikumpulkan dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela.

Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas ringan tapi penting, seperti mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana tersebut kemudian dignakan sebagai logo dari Gerakan Pramuka Internasional. Keberhasilan Baden- Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap sebagai pahlawan. Kemudian beliau menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting yang ditulis pada tahun 1899.

Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton, seorang pria keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika, mengirim bukunya berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians kepada Bade-Powell (dalam Surjadi, 2012: 2). Seton sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana untuk gerakan pemuda kepramukaan yang dirintisnya.

Pertemuannya dengan Seton mendorongnya untuk menulis ulang bukunya yang kemudian diberi judul Boy’s Patrols, Saat itu, buku ini hanya ditujukan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi pria. kemudian, untuk menguji ide-idenya, beliau mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya yang dikenal dengan sistem patroli menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk mereka menjaid ketua kelompok tersebut.

Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya sukses, Baden-Powell kemudian melakukan tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Setelah menyelesaikan tur tersebut, Baden-Powell pun menulis sebuah buku berjudul Scouting for Boys yang saat ini dikenal sebagai Buku Panduan Kepramukaan edisi pertama.

Saat itu, Baden-Powell berharap bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa organisasi pemuda yang sudah ada. Namun beberapa pemuda malah membentuk satu organisasi baru yang disebut Boy Scout dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Beliau pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar, berlatih, serta mengembangkan organisasi tersebut. Setelah anggota organisasi tersebut semakin banyak, Baden-Powell pun membentuk sebuah Pusat Pelatihan Kepemimpinan untuk orang dewasa (Adult Leadership Training Center) di sebuah taman di dekat Kota London. Setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka pun mulai dikenal diseluruh wilayah Inggrid dan Irlandia. Gerakannya Pramuka sendiri perlahan-lahan mulai diterapkan di seluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.

Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia

(Sumber: http://www.sehika.com)

 

Gerakan Pramuka di Indonesia dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta juga didirkan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) oleh Belanda. Kedua organisasi yang merupakan cikal bakal kepanduan di Indonesia ini kemudian melebur menjadi satu dan membentuk satu organisasi yang bernama Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

Sekitar tahun 1950-1960 organisasi kepanduan tumbuh semakin banyak jumlah dan ragamnya, bahkan diantaranya merupakan organisasi kepanduan yang berafiliasi pada partai politik, tentunya hal itu menyalahi prinsip dasar dan metode kepanduan. organisasi-organisasi kepanduan tersebut terbagi menjadi 3 federasi organisasi. yaitu, persatuan kepanduan puteri indonesia, ikatan pandu indonesia dan persatuan putera puteri indonesia. Keberadaan kepanduan seperti ini dinilai tidak efektif dan tidak dapat mengimbangi perkembangan jaman serta kurang bermanfaat dalam mendukung pembangunan bangsa dan pembangunan generasi muda yang melestarikan persatuan dan kesatuan bangsa.

Memperhatikan keadaan yang demikian itu dan atas dorongan para tokoh kepanduan saat itu, serta bertolak dari ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960, Presiden Soekarno selaku mandataris MPRS pada tanggal 9 maret 1961 memberikan amanat kepada pimpinan Pandu di Istana Merdeka. Beliau merasa berkewajiban melaksanakan amanat MPRS, untuk lebih mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai satu komponen bangsa yang potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

Oleh karena itu beliau menyatakan pembubaran organsiasi kepanduan di Indonesia dan meleburnya ke dalam suatu organisasi gerakan pendidikan kepanduan yang tunggal bernama “Gerakan Pramuka” yang diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indoneisa. Gerakan Pramuka dengan lambang “Tunas Kelapa” di bentuk dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 (dalam Surjadi, 2012: 4).

Meskipun Gerakan Pramuka keberadaannya ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961, namun secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada khalayak pada tanggal 14 Agustus 1961 sesaat setelah Presiden Republik Indonesia menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Sejak itulah maka tanggal 14 Agustus dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka.

 

Perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepandua yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti muda yang suka berkarya. Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang meliputi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Majelis Pembimbing, dan staf kwartir.

Sedangkan yang dimaksud dengan “kepramukaan” adalah proses pendidikan di alam terbuka yang diselenggarakan dalam kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis sehingga mampu membentuk watak, akhlak, dan budi pekerti yang baik.

Lambang Kepramukaan

(Sumber: pramukaupdate.id)

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk bayangan tunas kepala atau nyiur. Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipuro, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.

Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Ir. Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961. Penjabaran lambang ini ditetapkan dalam Keputusan Kwarnas No. 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka (dalam Surjadi, 2012: 5).

Lambang Greakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:

  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini berarti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
  2. Buah nyiur tahan lama. Ini berarti Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
  3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini berarti Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apa pun.
  4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini berarti stiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
  5. Akar nyiur kuat. Ini berarti Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
  6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini berarti Pramuka Berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.