DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 75

DETIK-DETIK MENUJU PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

Indonesia pernah dijajah oleh Belanda, Jepang, dan Inggris selama kurang lebih 350-an tahun. Setelah melalui masa penjajahan yang cukup panjang, di tahun 1944 Indonesia mulai mencoba untuk bangkit dan menyiapkan kemerdekaannya. Pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam Bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai yang diresmikan pada 29 April 1945 dan diketuai oleh Dr. Radjidman Wedyodininggrat.

Suasana Rapat BPUPKI
(Sumber: pinterkelas.com)

Sebagai persiapan, BPUPKI melakukan dua kali sidang. Sidang pertama dilakukan pada tanggal 29 Mei- 1 Juni 1945 yang menghasilkan rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila) yang dikemukakan oleh Mr. Soepomo, Mr. Muh, Yamin, dan Ir. Soekarno. Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 22 Juni 1945 dibentuk Panitia Kecil sebanyak sembilan orang (disebut juga Panitia Sembilan) dan mematangkan konsep Pancasila. Hasilnya dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Sidang kedua dilakukan pada tanggal 10-14 Juli 1945 yang menghasilkan rumusan Undang-Undang Dasar lengkap pembukaannya (preambule).

BPUPKI diganti menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam Bahasa Jepang Dokuritsu Junbi Inkai pada tanggal 7 Agustus 1945. Panitia ini berjumlah 21 orang dan tugasnya adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Suasana Sidang PPKI
(Sumber: gurupendidikan.co.id)

Berita kekalahan Jepang dimulai ketika peristiwa pengeboman kota Hirosima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mendorong Jepang untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 15 Agustus 1945. Berita tentang kekalahan Jepang menyebar dengan cepat lewat radio dan didengar oleh tokoh-tokoh muda Indonesia. Golongan muda ini mengadakan rapat di Pegangsaan Timur yang dipimpin oleh Chairul Saleh dan menghasilkan keputusan yang menjadi dasar proklamasi Indonesia. Hasil ini disampaikan kepada Soekarno oleh Wikana dan Darwis, namun terjadi perbedaan pendapat antara golongan tua Soekarno-Hatta dan golongan muda yang dipimpin oleh Soekarni. Setelah beberapa rapat, akhirnya golongan muda memutuskan untuk mengasingkan Soekarno dan Hatta ke luar kota agar tidak mendapat pengaruh dari Jepang.

Soekarno dan Hatta diungsikan ke Rengasdengklok, Jawa Barat oleh para pemuda (lebih tepatnya di rumah Djiauw Kie Song). Mereka dijemput pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB oleh rombongan golongan muda. Soekarno dan Hatta didesak oleh golongan muda agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, di Jakarta akan dilaksanakan rapat anggota PPKI di gedung Pejambon 2. Ahmad Soebardjo yang saat itu mencari keberadaan Soekarno dan Hatta pun diberangkatkan ke Rengasdengklok untuk bertemu dan berunding dengan mereka. Akhirnya Soebardjo berjanji jaminan nyawa kepada golongan muda bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan itu, akhirnya Ir. Soekarno dan Moh. Hatta dilepaskan.

Tempat Pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta
(Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Setelah peristiwa Rengasdengklok, rombongan tiba kembali di Jakarta pukul 23.30 WIB. Akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di rumah masing-masing. Setelah itu, Soekarno dan Hatta pergi ke rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda sesuai dengan usulan Ahmad Soebardjo untuk merumuskan naskah proklamasi. Walaupun orang Jepang, laksamana ini memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh Indonesia dan beliau memberi jaminan keselamatan.

Kata “Proklamasi” adalah sumbangan pemikiran Soekarno, kalimat pertama adalah sumbangan pemikiran Ahmad Soebarjo, dan kalimat terakhir merupakan sumbangan pemikiran Hatta. Teks itu kemudian diberi saran dan sedikit perubahan oleh Soekarni, lalu diketik oleh Sayuti Melik. Terakhir, Sukarni memberi usulan bahwa naskah ini sebaiknya ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Sekitar pukul 04.30 WIB konsep naskah proklamasi selesai disusun.

Suasana Perumusan Naskah Proklamasi
(Sumber: bersapedahan.wordpress.com dan genpi.co)

Pembacaan teks Proklamasi akan dilaksanakan di Lapangan Ikada. Namun, Soekarno merasa jika diadakan di tempat yang luas dan ramai, hal itu dapat menimbulkan bentrokan antara rakyat dengan pihak militer Jepang. Kemudian ia mengusulkan untuk menyelenggarakan proklamasi di rumahnya di Jl. Pegangsaan Timur No. 56.

Detik-detik menuju proklamasi kemerdekaan RI semakin dekat. Setelah disepakati, Proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di rumah Ir. Soekarno. Moh. Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor pers, B.M. Diah untuk memperbanyak naskah teks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia.

Pagi harinya rumah Soekarno sudah dipadati oleh banyak orang. Shudanco Latief Hendraningrat menugaskan anak buahnya untuk berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Soekarno. Bung Karno menunggu kedatangan Bung Hatta untuk membacakan naskah tersebut. Setelah Bung Hatta datang, upacara dimulai.

Pengibaran bendera dilakukan oleh S. Suhud dengan bantuan Shudanco Latief Hendraningrat. Bendera merah putih yang dikibarkan dijahit oleh Fatmawati, istri Ir. Soekarno. Upacara berlangsung syahdu karena tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya ketika bendera dikibarkan.

Berita proklamasi disebarluaskan melalui siaran radio dari kantor berita Domei. Mendengar berita ini, pihak Jepang melarang penyiaran berita proklamasi itu. Kemudian pada tanggal 20 Agustus 1945 alat pemancar di Domei diputus dan disegel sehingga pegawainya dilarang masuk. Tanpa kehilangan akal, para pemuda kemudian membuat alat pemancar baru yang mereka ambil dari alat-alat pemancar dari kantor berita Domei. Alat pemancar ini dibawa ke Menteng dan berita tersebut segera disiarkan ke seluruh Indonesia. Selain dari radio penyebaran berita proklamasi dilakukan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian Jawa pada tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.