Arsip Kategori: elwathany news

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2019/2020

Penerimaan Peserta Didik Baru 2019/2020

Telah dibuka Penerimaan Peserta Didik Baru  Tahun Pelajaran 2019/2020.

Dibuka untuk hanya dua kelas untuk Program Billingual School dengan maksimal 30 siswa per kelas.

Karya Siswa : PUISI

Berikut adalah beberapa puisi karya siswa siswi MI Islamiyah Alwathaniyah yang mengikuti nominasi untuk ditampilkan di Elwathany News edisi Juni 2010. Puisi di bawah ini adalah murni karya siswa. Tidak ada editan sedikitpun dari redaksi.

Teruslah berkarya wahai anakku, bawalah kejujuranmu dalam menulis maupun perbuatan hingga kelak kamu dewasa.

IBU
Karya : Nia (kelas V)

Menyebut namamu
Kuingin semua kasih dan perjuanganmu
Meski semua ini tak pernah kurasakan
Semua yang telah kau berikan untukku Baca lebih lanjut

Peningkatan Mutu Guru MI Islamiyah Alwathaniyah

Guru sebagai agen pembelajaran juga harus bisa menjadi agen perubahan (Agent of Change). Oleh karena itu, upaya peningkatan Sumber Daya  Manusia (SDM) guru sangat diperlukan dengan mengikuti berbagai pendidikan, pelatihan, workshop, lokakarya atau keikut-sertaan dalam forum-forum ilmiah seperti seminar, diskusi dll. Selain itu juga bisa dengan mengakses informasi dari berbagai referensi yang bersumber dari buku, media cetak atau dari media elektronik.

Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM guru di Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Alwathaniyah Mojoanyar Bareng Jombang, upaya positif suportif selalu dilakukan. Fasilitas komputer dan internet telah disediakan sebagai media dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Baca lebih lanjut

Mencetak Generasi Berkualitas di Era Multimedia

Mencetak Generasi Berkualitas di Era Multimedia

Oleh : Luluk Uswatun H., S.Pd.

Percayakah Anda, bahwa kasih sayang bisa menghancurkan masa depan seorang anak? Menurut sebuah penelitian, 70% dari orang tua ternyata tak berhasil dalam mendidik anaknya. Penyebabnya adalah justru terletak pada kasih sayangnya yang berlebihan. Maka janganlah sembarangan dalam menuangkan kasih sayang kepada seorang anak, sebab sanjungan yang berlebihan kepada anak hanya akan menjadi bumerang baginya. Tak sedikit masa depan anak hancur karena terbiasa bermanja-manja ria dengan segala fasilitas yang dimiliki orang tuanya.

Dari pendidikan masa kecil yang salah inilah, kelak akan menumbuhkan seorang pemuda yang salah kaprah. Dia akan lebih suka mendompleng pada kesuksesan orang tuanya, membangga-banggakan status sosial, atribut, kejayaan, kemewahan serta keberhasilan orang tuanya. Hal itulah yang justru akan menenggelamkan potensi dan kehilangan jati dirinya, sehingga dia tak mampu berbuat apa-apa. Padahal sejatinya pemuda itu haruslah sanggup tampil ke permukaan dan meraih kesuksesannya sendiri melebihi apa yang pernah diraih orang tuanya. Baca lebih lanjut